Monday, March 2, 2009

taiwan 3

Citibank Travel Series

Magnificent Taiwan – 6D/5N

Dec 3 – 8, 2008

 

Trip day II – Dec 5, 2008 – Hualien - Koashiung

 

Jam 07:00 semua sudah turun untuk breakfast.  Udara pagi itu dingin, mendung dan berangin.  Terpaksa pakai baju dobel berikut jacket.  Tepat jam 08:00, kami meninggalkan hotel dan kota Hualien untuk melanjutkan perjalanan menuju kota Kaoshiung, yang adalah kota terbesar kedua.  Kami akan melewati Hua Tung Coastal Highway dan sebelum sampai diujung pulau, akan bebelok ke kanan.

 

Sepanjang perjalanan dari Hualien ke Kaoshiung, terbentang sawah dan perkebunan bermacam buah-buahan.  Kebun srikaya, jambu klutuk, jambu air, pisang, jeruk, nenas.  Buah-buahan dibudi-dayakan sedemikian rupa, sehingga menghasilkan buah yang besar-besar dan bagus kualitasnya.  Buru sekali ini saya liat srikaya besar-besar, apalagi yang namanya srikaya nenas, besar dan manis.  Di Taiwan padi ditanam 2 kali dalam setahun.  Ketika kami lewat, sawah-sawah sedang kering, sengaja dikeringkan, agar tanahnya bernafas dulu.  Selain kebun buah dan sawah, banyak terlihat kebun pinang, karena penduduk asli Taiwan masih makan sirih.  Kota-kota kecil yang kami lewati mirip dengan kota-kota kecil di Jawa.  Dipusat kota berjejer toko-toko, restaurant yang kebanyakan dindingnya ditempeli keramik, mirip kamar mandi.

 

Kami berhenti disebuah pabrik penggilingan beras..  Padi di Taiwan disimpan dalam bentuh gabah dan disimpan di sebuah ‘cooler’ dan menjadi frozen.  Apabila diperlukan baru digiling menjadi beras.  Kemudian beras-beras tersebut dikemas dan dibekukan.  Guide memberi kesempatan kepada kami untuk ke rest-room.  Kemudian kami keliling melihat toko, yang selain menjual beras juga produk lain dari beras.  Lagi melihat keliling, mas Agni memanggil saya dan mengajak kebelakang toko.  Ternyata dibelakang ada kebun bunga … wuahhhhh berwarna-warni, bagus untuk photo J  Sayang gerimis, jadi gak bisa photo ditengah-tengah bunga.  Bagian belakang toko beras adalah coffee shop, orang bisa makan-minum sambil menikmati kebun bunga.  Untuk oleh-oleh, saya membeli 2 bungkus beras Taiwan  @ sekilo …..

 

Meneruskan perjalanan.  Daerah yang kami lalui kelihatannya sedang panen srikaya.  Ibu-ibu memaksa pak Tony untuk berhenti di warung srikaya.  Yang punya toko membelah satu srikaya nenas sebagai icip-icip.  Muanis, seger.  Semua jadi kalap ingin membeli, tapi harus beli satu box isi 12 biji.  Maka kami beli srikaya nenas secara kolektif.  Saya beli 2 buah, sebuahnya NT50 (atau sekitar Rp20,000).  Tak jauh dari warung srikaya, kami berhenti lagi untuk makan siang.  Restaurantnya dipinggir pantai.  Kalau tidak salah nama kotanya Daren.  Kembali makan paket, nasi dan 10 macam lauk termasuk buah.  Jeruknya pucet, tapi rasanya manis.  Sebelum sampai ke Fo Guang Shan, tempat big statue of Buddha, kami berhenti di toko buah kedua yang menjual kesemek dan jambu air.  Buahnya besar-besar.  Lagi-lagi, ibu-ibu panic belanja.

 

Akhirnya sampailah di Fo Guang Shan temple.  Kami harus cepat-cepat naik, karena sebentar lagi kuil tutup.  Kami masuk melalui lorong panjang agak menanjak.  Kemudian sampai di bangunan dengan anak tangga banyak untuk sampai ke tempat sembahyang.  Di depan tempat sembahyang ini ada lonceng besar sekali.  Menurut guide, kalau mau membunyikan lonceng, kami harus menyebut nama dan menyebutkan keinginan, baru menabuh lonceng, maka keinginan akan dikabulkan!  Ruang sembahyang tidak boleh dipotret dari dalam, tapi boleh dari luar.  Keluar dari tempat sembahyang, masih harus menaiki tangga lagi untuk sampai kesebuah pelataran luas, dimana sang big Buddha berdiri, dikelilingi banyak patung Buddha.  Dari big Buddha, kami turun menuju satu kelenteng lagi, dimana ada 3 patung Buddha besar yang sedang duduk.  Pelataran kelenteng luas sekali, berpintu merah khas China.  Setelah puas berphoto, kami kembali ke bawah, dan tentu saja mampir ke tempat souvenir.

 

Meneruskan perjalanan ke Kaoshiung.  Masuk kota sudah mulai gelap.  Taiwan sedang memasuki musim dingin, jadi siangnya pendek.  Kami langsung menuju Spring Autumn Pavilion, yang dijaga oleh patung naga dan harimau yang besar, yang terletak di pinggir danau Lien Tze Tan.  Sayang sekali, kuilnya sudah tutup.  Jadi kami harus cukup puas untuk memotret dari luar saja.  Tapi agak terhibur dengan temple yang terletak persis diseberang Spring Autumn Pavillion.  Kelenteng besar dan bagus, dominan dengan warna merah khas China.  Kami boleh masuk dan memotret.

 

Tiba waktunya makan malam.  Kami dibawa ke Dream Mall untuk makan malam disana.  Lagi-lagi makan paket: nasi dan 10 jenis lauk termasuk pencuci mulut.  Selesai makan kami diberi waktu sampai jam 09:00pm untuk keliling Dream Mall.  Mas Agni dan saya tidak begitu tertarik, jadi hanya berkeliling sebentar dan kemudian mencari tempat duduk sambil nunggu waktu berkumpul.  Akhirnya tepat jam 09:30pm semua sudah ada didalam bis, siap menuju Cu Hotel.

 

Cu Hotel, 453 Zhonghua 1st Rd. – Gushan District, Kaohsiung.  Hotelnya terletak di tengah kota, tidak sebagus dua hotel sebelumnya, mungkin bintang **.  Tapi tak apalah, kan hanya untuk merem saja.  Kami tersebar di lantai 12 dan 13.  Kamar kami besar dengan dua tempat tidur queen sizes.  Kamar mandinya sedang dan sedikit kusam, untung anduknya putih bersih dan wangi.

 

Setelah ‘ritual’ potret memotret, mas Agni segera menjalankan tugasnya untuk men-charge semua battery camera dan telephone.  Saya menyiapkan baju untuk esok hari, mandi dan diakhiri dengan beres-beres baju kotor.  Kemudian ‘nggloso’ … duh enaknya, ketika badan ini menyentuh kasur … zzzzzz

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment