Tuesday, March 29, 2011

...buang sayang bagian 2 ......

GALILEA WENT TO JOGLO

(JOGya – SoLO)

 

 

Kamis, 10 Juni 2010 – Keberangkatan

 

Galileans diharapkan berkumpul jam 19:00, dimulai dengan makan malam dan kemudian berlatih lagu-lagu yang akan di‘layan’kan (bukan dilayangkan lho, kan mau pelayanan) di GKI Ngupasan, Jogya dan GKJ Manahan, Solo.

 

Mulai jam 06:30pm satu persatu Galileans berdatangan dengan menarik atau menenteng koper, ada yang besar, ada yang kecil dan masih di tambah lagi tas-tas jinjing lain berisi selimut, bantal kecil, jacket, shawl, dan tentu saja makanan kecil alias snack……  Galileans berkumpul di teras gereja, sambil ngobrol sana sini, sambil nunggu makan malam dan latihan.  Tak lama kemudian ibu Dewi datang dengan box makanan dan box minuman.  Terus dibawa ke atas, ke aula!  Lho, bukannya makan diteras, latihan di gedung gereja?  Ternyata saat itu gedung gereja sedang ‘acak-acakan’, tempat duduknya ditumpuk-tumpuk, karena lantainya sedang di poles biar kinclong, dan aula disediakan untuk berkumpulnya para Galileans.  Ternyata lagi mas Rio dan mbak Inge sudah ada di aula.  Yukkkkk mareeee ke aula, sementara minta tolong pak Satpam untuk mengawasi koper-koper yang ditinggal di teras gereja.

 

Di dalam aula.  Rame-rame ambil nasi box, cari tempat duduk yang nyaman, dan tiba-tiba suasana yang hingar bingar menjadi sepi….., mengapa?  Karena semua mulut berisi nasi dan ayam goreng.  Sesekali ada teriakan sana sini: ‘siapa mau ayam goreng?’ – ‘ada yang gak mau sambal gak?  sambalku kurang nih.’ ‘aku gak makan telor, ada yang mau gak?’ etc.

 

Selesai makan Galileans duduk manis sesuai masing-masing suara dan mulai berlatih.  Sementara yang lain berlatih, ibu Ochie dan ibu Dewi duduk asyik di pojokan.  Ternyata sedang menghitung dan membagi uang menurut keperluan, dan menyiapkan undian kamar.  Sekitar jam 20:30 latihan disudahi dan diadakan pengambilan undian kamar (gak boleh milih pasangan tidur).  Setelah itu ibu Ochie mencatat siapa-siapa dikamar mana.

Menghitung iuran dan membuat undian kamar

 

Pengumuman kamar

 

 

 

 

Selesai pembagian kamar ibu Ochie berkata: “Teman-teman, bis sudah datang.  Silakan turun, bawa koper masing-masing ke bis dan pak kernet akan membatu mengaturnya di bagasi bis, cari tempat duduk, duduk manis dan kita akan berdoa di dalam bis sebelum berangkat.”

 

Semua sudah naik bis.  Galileans yang tidak ikut tapi nyusul pakai pesawat juga ikut naik (kepengin.com).  Ada Pdt. Lazarus yang mengantarkan isterinya (padahal Pdt. Lazarus juga kepengin_ikut.com lho, tapi harus pergi ke Amric), ada pakdhe dan pak Odang yang juga mengantar isteri-isterinya, ada pak Bune yang mengantar kakaknya.  PK meminta kesediaan Pdt. Lazarus untuk memimpin doa: “Mari saudara-saudara kita berdoa ………  amin.”  Okay, cipika-cipiki dengan yang ditinggalkan dan ……yaaaaak, tarik mang!

 

 

Bis bergerak.  “Daag-daag-daag!!!!!  Selamat melayani yaaaa….. TUHAN berkati”, begitu teriakan orang-orang yang ada di bawah menyemangati Galileans J  Bis mengarah ke toll Simatupang lewat Jl. Fatmawati.  Yah, sudah lewat jam 21:30 kok Fatmawati masih macet to.  Galileans masih pada ribut ngobrol dengan sesama teman duduk.  Ditengah ‘hiruk-pikuk’ PK memberi pengumuman:  “Teman-teman, untuk selingan selama perjalanan, kita akan mengadakan arisan yang akan ditarik setiap hari.  ‘Urunannya’ hanya Rp10,000 per kepala.  Apakah teman-teman setuju?”  Galileans:  “Setujuuuuuuu.”  PK:  “Setiap narik yang dapat 2 orang.  Nanti Dewi akan keliling untuk menariki uangnya.”  (Ada yang berpikir: per Per kepala hari Rp10,000.  Peserta 30 orang = Rp300,000.  Sekali narik 2 orang @ Rp150,000….. lumayannnnn buat beli oleh-oleh….  Ternyata ‘urunannya’ sekali saja, jadi 10,000x30=300,000 dibagi 3 hari, dibagi dua… = Rp50,000…. Lumayan dapat tas batik 2 J)

 

Lepas dari keruwetan Fatmawati, kira-kira sampai di toll Simatupang, mas Pram bilang: “Ach, gak lucu ach kalau jam segini udah pada tidur.  Kita bikin permainan yuk.”  Weleh-weleh mas Pram, gak boleh loh malem-malem masih main, kan harus tidur J  Pertama mas Pram ‘ngajari’ nyanyi: ‘tempe digandhulke lawang, mlebu-metu dithithili 2x – rasane enak, rasane enak – tempe digandulke lawang mlebu metu di thithili’.  Kayaknya Galileans pada males nyanyi, karena lagunya pakai bahasa Jawa….. banyak yang perlu interpreter …. hahahaha.

 

Terus mas Pram bikin permainan lain, namanya: ‘judul bersambung’.  Galileans dibagi dua group, deretan kiri dan deretan kanan.  Kira-kira permainannya seperti ini:  Group kanan menyebutkan judul film atau lagu, misalnya ‘Bandung Lautan Api’, group kiri harus menyebut judul film atau lagu lain dengan memakai kata yang ada di judul pertama, misalnya sambungannya ‘Api di Bukit Menoreh’……. Dan seterusnya.  Yang salah jawab diturunin di jalan….. L  Rame sekali permainan ini, karena jawabannya pada ‘ngasal’ dan ‘ngawur’ semua, jadi lucunya gak karuan.  Masak lagu ‘la vida loca’ diterusin dengan ‘loka-loka bandung’ mana ada…….. hwahahaha……  Ketawa cekakakan, ketawa sampai sakit perut, sampai pipi kenceng, ngatuknya sampai hilang.  Apalagi kalau sudah mendengar Irma dan Linda tertawa…… bisa ketularan ketawa lho.  Permainan berakhir menjelang keluar toll Cikampek.  Suasana bis berubah sepi, hanya sesekali terdengar suara tertawa ala ‘kunti’ yang khas dan renyah (kayak rempèyèk).

 

Dan tiba-tiba sampailah disebuah tempat macet, yang uwel-uwelan, dipenuhi bis-bis besar dan truk-truk besar.  Ngeri, ngeri ngglundhung ke pinggir, karena jalannya bis sampai mepet-mepet ke pinggiran jalan.  Jalannya juelek sekali.  Dimana ini?  Ternyata di daerah Sukamandi, ada perbaikan jalan dan pengalihan traffic.  Jalan tersendat dilakoni sampai hampir satu jam, atau malah lebih dari satu jam.  Lepas dari jalan rusak, bis bisa melaju, tidak mulus sih masih sedikit anjrut-anjrutan, karena jalanan pantai utara banyak berlubang.  Tapi lebih lancar dari sebelumnya.  Kemudian …… sepi, yang terdengar hanya mesin bis dan ….. zzzzzzz, groookkkkk, ngiiiikkkk… zzzzzz, grooookkkk …… semua tidur.  Sorry, gak semua bisa tidur lho.  Ada yang mencoba tidur tapi gak bisa, ada yang gak bisa tidur terus ngobrol sama sebelahnya.  Wis pokoke macem-macem.  Maklum Galileans sudah banyak yang ‘tidak muda lagi’ dan sudah ‘tidak pernah’ bepergian dengan bis malam lagi.

 

..... dibuang sayang .....

sudah hampir setahun, tapi masih terasa 'efek'-nya sampai sekarang....   tap pasang di MP-ku, biar teman-teman paduan suara Galilea bisa baca, walaupun gak bisa komentar (kecuali yang punya MP).  selamat membaca dan mengenang 'suasana' saat itu....

 

GALILEA WENT TO JOGLO - (JOGya – SoLO)

Persiapan

 

Bermula dari sentilan yang di lontarkan seorang ‘bayi gurita’, Irvi: “Gimana sih, aku ke Jawa Tengah nganterin Hosiana, nganterin Wilayah.  Kapan nganterin Galilea nih?”  Maka tergeraklah hati pengurus dan secara kilat terbentuk Panitia Kecil/The ‘A’ Team (PK) (yang badannya besar-besar) yang terdiri dari: bu Ochie (Ketua), bu Dewi (ibu ATM), pak Rio (penasehat), dan pak Irvi (penggerak J).

 

 

The ‘A’ Team

Irvi, Ochie, Dewi, Rio

 

Segera dilayangkan pengumuman melalu ‘efbi’ dan milis….. jreng…..  Tanggapannya sepertinya adem ayem.  Walaupun begitu PK tetap bergerak membuat persiapan:

 

-          Menghitung budget

-          Menghubungi gereja-gereja yang akan dilayani….. GKI Ngupasan Yogya, okay - confirm.  GKI Coyudan Solo, gak okay.  Cari gereja lain…. akhirnya bisa pelayanan di GKJ Manahan, secara Galilea punya ‘jalur khusus’ – kan gerejanya mbak Tri dan Deddy gitu lho …. :D

-          Mencari hotel dengan cara tanya mbak Christine (yang sering ke Solo) hotel murah meriah yang bersih dan nyaman :p; menghubungi mbak Tri (sopran yang lagi cuti panjang di Solo) untuk membantu mencarikan hotel.  Hotel di Yogya siapa yang bantu cari ya? J  Yogya: Hotel Kusuma di Condong Catur; Solo: Hotel Arini di Slamet Riyadi.

-          Mencari bis yang enak tempat duduknya, reclining seat, agar Galileans bisa tidur nyenyak (terutama nyaman bagi tulang-tulang yang sudah tidak muda lagi J).  Bis: Blue Star

 

Hari Kamis, 20 Mei 2010, suatu ‘gebrakan’ dibuat oleh bu Ochie, setelah selesai latihan, pada session pengumunan:

 

 

Bu Ochie: “Teman-teman, kita jadi pelayanan ke Yogya-Solo atau tidak?  Karena semua harus segera di-‘fix’-kan.  Waktu berjalan terus dan harus cepat memberi keputusan.”

 

Galileans menjawab dengan empat suara: “Jadiiiiii….. jadi dongggg!!!!!”

 

Bu Ochie: “Kalau jadi, minimum harus 25 orang yang ikut.  Kira-kira bisa gak dan siapa yang bisa?”

 

(Hampir semua Galileans yang latihan hari itu tunjuk tangan semua.)

 

Bu Ochie: “Okay lah kalau begitu PK akan jalan terus.  Biaya sebagian akan ditanggung dari kas Galilea dan Galileans dikenakan Rp500,000/orang.  Pembayaran bisa diangsur dan dibayarkan langsung ke ibu Dewi atau transfer ke rekening Galilea yang akan diberitahu melalui milis.”

 

 

Hari Kamis next-week-nya (27 Mei) Galileans mulai bayar-membayar.  Karena Dewi absent, diterima oleh Ochie.  Next-week-nya (3 Juni) bayar-membayar second phase ke Dewi.  Hari itu juga hard copy lembar acara dibagikan bagi mereka yang tidak ber-internet-an.  Bu Ochie janji akan mengirim rundown acara melalui milis juga.  Sepertinya semua segera pengin pergi, jalan-jalan, blanja-blanji…… (Apakah benar begitu, Galileans?)

 

PK terus bekerja mempersiapkan segala sesuatunya, agar diperjalanan nanti Galileans selalu bersuka-cita dan tidak ‘kelaparan’ (karena kalau kelaparan tidak bersuka-cita J).  Untuk keperluan tersebut ibu Ochie menghubungi ‘pensiunan’ Galilea yang berdomisili di Yogya, mbak Nurendah, untuk membantu memesankan makanan kecil khas Yogya.  Done!

 

 

Thursday, January 27, 2011

burung hantu

tadi pagi, baru berangkat jalan pagi, pas sampai di tikungan rumah pojok, ada 'bleberrrr', burung terbang dari rumputan ke atas pohon yang aku lewati.  weh, pagi-pagi kok sudah ada burung cari makan, padahal masih gelap (jam 5:15).  terus si burung terbang lagi pindah pohon, dan bisa dipandang mata.  ternyata burung hantu ukuran kecil.  mungkin anak burung hantu.  si burung memandangi daku yang berjalan dibawahnya, mungkin sambil berpikir: 'ngapain orang ini gelap-gelap keluar rumah? mau nyaingi aku ya?' .....

seneng, bisa liat burung hantu bebas beterbangan.  biasanya, kalau pas jalan pagi, cuma denger suaranya saja..... huk-huk-huk....

jalan kaki pagi hari ini ada indahnya dan sialnya.  indahnya, ketemu burung hantu .  sialnya, baru saja keluar sudah gerimis dan tiba-tiba menjadi hujan besar.  balik pulang dalam keadaan kuyup..... jadi orang rajin deh, pagi-pagi sudah mandi....

 

bsd city, 28 jan 2011

 

Saturday, January 22, 2011

tingkah anak-anak

Seminggu lalu Bagus bilang ke eyang-putrinya:  “Yangti, hari Senin Bagus harus bawa ‘pianica’.”

 

Yangti:  “Pianica? (gaya ngomong kayak kapten Haddock :D)  Ntar coba yangti tanyain ke bu Ninik ya, masih punya yang bekas enggak.”

 

Bagus:  “Disekolahan juga ada sih yangti, tapi kalau pakai harus bayar.”

 

Yangti:  “Bayar?  Yah, mendingan punya sendiri dong.  Apalagi kalau bekas dipakai orang lain, orang lainnya sakit, ntar Bagus ketularan dong.”

 

…….

 

Eyang putri segera mengirim berita ke saudara-saudaranya lewat efbi, siapa tahu ada yang punya pianica bekas yang masih bisa dipakai.  Ternyata sudah tidak ada yang punya.  Waktu mereka pindah-pindahan rumah sudah di loakin.  Ya wis, gak papa.  Coba cari di Gramedia.  Ada.  Malah ada 3 jenis.  Cari yang paling murah aja deh.  Paling juga cuman dipakai waktu SD saja.

 

…….

 

Tadi pagi pianica diberikan ke Bagus.  Yangkung bilang bahwa harganya mahal.  Biar Bagus belajar menghargai barang-barang miliknya, baik yang murah maupun yang mahal.  Pesan lainnya adalah: pianica tidak boleh dipinjamkan ke teman-teman, habis dipakai tempat tiupnya harus di cuci dan di rendam pakai air panas baru disimpan, harus dirawat dan disimpan yang bener!!!

 

Seharian ini, sebelum berangkat sekolah Bagus belajar tiup pianica, pulang sekolah tiup lagi.  Habis makan siang, pianica-nya ditenteng kemana-mana, dikalungkan di badan, ditiup lagi.  Jadilah ‘satria berpianica’ bukan bergitar.  Lucu saja lihat Bagus jalan mondar-mandir pakai kalungan pianica…..  Dasar anak-anak, barang baru dibawa-bawa terus, sampai gak mau tidur siang.  Rumahku sekarang bersuara ‘do-re-mi-fa-so-la-si-do…. do-si-la-so-fa-mi-re-do….’  Hahahahaha…..

 

bsd city - jan 22, 2011

 

Friday, January 21, 2011

sakit harus dilawan

Kemarin, gara-gara ‘jengkeng’ (berlutut), jempol kaki kananku ‘kram’.  Walau hanya sebagian kecil dari tubuhku, tapi suakitnya ‘ruar biasa’ kalau dipakai ‘napak’ suakit sekaleeee.  Sama Tyas dan Irvi, kakiku disuruh lurus, terus mereka menarik kakiku kearah berlawanan agar lemas kembali.  Waktu disuruh jalan, wuaduh, sakit sekali untuk menapak.  Enaknya jalan sambil setengah jinjit.  Malam, sebelum tidur, sama mas Agni digosok dan agak diurut pakai ‘counterpain’.  Sakiitttt…..

 

Seperti biasa, pagi-pagi jam 4:45 aku sudah bangun, dan siap-siap mau jalan kaki.  Tak dipakai ‘napak’ kok masih sakit ya.  Ach, cemen ach, harus tetap jalan.  Mungkin dipakai jalan malah akan jadi sembuh.  Sebelum pakai kaos kaki, kakiku tak gosok pakai counterpain, dan siaplah aku untuk jalan pagi.  Langkah pertama aku nyengir kesakitan juga sih, tapi tetap tak paksa jalan.  Sambil jalan, aku menertawakan diriku sendiri.  Masak cuma sakit bekas kram saja jadi manja, ngeluh.  Bagaimana kalau seperti Yessica (teman paduan suara).

 

Yessica, yang belum 30 tahun,  terkena kelainan ‘gen’ dalam darahnya, yang menyerang persendiannya, sampai gak bisa jalan.  Sampai Yess harus berhenti kerja dan pulang ke rumahnya di Salatiga untuk menjalani pengobatan yang intensive.  Tapi dalam keadaan kesakitan seperti itu, Yess masih tetap bersuka-cita, masih tetap guyon.  Statusnya di ‘efbi’ selalu ceria di tengah-tengah kesakitan….  Salah satunya, ketika Yess harus ke rumah kost-nya yang dilantai 4: “aku pasti ntar kuat naik tangga…. kuat-kuat…. lantai 4 kecilllll “, atau ketika Yess harus ke Jakarta naik pesawat: “sampai Jakarta yay.  enaknya naik kursi roda bandara wkwkwkwk.  Bersenang-senang dulu sebelum ngos-ngosan naek tangga kost”.  Kelihatan Yess berkeras hati untuk melawan sakitnya.

 

Sambil berjalan, aku memikirkan Yess.  Dengan sakitnya yang parah masih bisa tertawa-tawa.  Aku, yang cuma ‘kram’ kok ngeluh.  Sambil berjalan aku berdoa kiranya TUHAN memberikan kekuatan dan kesembuhan pada Yessica.

 

Tak terasa 45 menit lewat dan aku sudah kembali ke rumah.  Tak rasa-rasain kok kakiku masih sakit, tapi tidak suakiiitttt sesakit sebelumnya.  Tak oles counterpain lagi dan tak pakai nyapu dan ngepel.  Habis mandi tak oles lagi….  sekarang sudah sembuh, walaupun kalau di pegang masih terasa sakit.

 

Thanks ya Yess, kamu mengingatkan aku untuk tidak manja.  Doaku untuk Yessica, cepat sembuh, agar dapat menjalani kehidupan masa mudamu dan selanjutnya dengan kesehatan yang diberikan TUHAN.  Tetap bersuka-cita dan bersyukur dengan apa yang ada padamu sekarang ini dan kedepan nanti.

 

bsd city - jan 21, 2011

 

 

 

(photo-photo diatas diambil tgl 19 sep 2010.  yessica masih bisa jalan, tapi kakinya sudah sakit.  sooo.... teman-teman yang mendekat yess untuk photo bersama.....)

Thursday, December 30, 2010

kasihannnnn.....

caribbean - dec 31, 2010

 

Ada teman se-paduan suaraku, tetapi sudah luama sekali nggak aktif.  Dia seorang wanita yang biasa-biasa saja.  Pertama kali kenal ya biasa-biasa saja, nggak ada yang istimewa.  Lama-lama kok aku merasa orang ini aneh.  Kalau ketemu di gereja sehabis kebaktian, ya kita selalu saling menyapa, tidak lebih dari itu.  Kita sebut saja namanya mbak’E

 

Beberapa tahun lalu ‘belahan hatiku’ harus rawat inap di rspp.  Mbak’E ini, yang sudah sekian tahun gak ketemu, nengok.  Wah, terima kasih sekali mbak’E atas perhatiannya.  Setelah jam bezoek selesai, dan kamar rawat sudah mulai sepi, aku menerima telpon dari mbak’E katanya: “mbak Ninik, tadi aku njatuhin uang di kamar, apa sudah diliat dan diambil?”  Aku: “wah, gak ada tuh.  Coba nanti tak carinya.”  Mikir…… kalau mau ngasih, kenapa gak langsung dikasih aja?  Aneh.  Aku cerita ke saudaraku yang masih ada di kamar, dia malah bilang: “wong edan mbak, gak usah di reken.”

 

Waktu berlalu….. tahun lalu (2009), sehabis natal, mbak’E telpon.  Mengucapkan selamat natal bla-bla-bla….  Terus dia bilang: “mbak Nik, aku kirim buku-buku sudah diterima?”  Aku: “buku apa ya, kok gak ada ya.”  Mbak’E: “oooo belum ya.  Terus aku juga kirim uang dengan ‘telepati’ apa sudah sampai?”  Aku dalam hati: “ampyuuunnnn…. wong apa to iki?”  Aku: “enggak terima mbak.”

 

Terus dia cerita lagi: “aku waktu itu ke daerah ciledug, mau mampir ke rumah mbak Ninik tapi gak bawa alamatnya.  Aku sekarang lagi sakit mbak, kepalaku berdarah terus gak mau berhenti.”  Aku: “lho sakit apa to, apa sudah ke dokter?”  Mbak’E: “sudah, tapi belum ketauan sakit apa.”  Bla-bla-bla….. akhirnya aku yang memutus telpon, takut ‘ketularan’ gila…

 

Beberapa kali setelah itu mbak’E masih menelponku dengan cerita yang diluar pikiran normal.  Selalu tentang kirim barang atau uang dengan telepati….. ckckckkckck.  No. hp-nya aku catat.  Kalau yang nelpon dia, gak tak angkat…..  kacian deh.

 

Eeeeee tadi pagi, aku lagi ganti sprei, ada telpon dari mbak’E dan tak angkat.  Tanya-tanya yang gak penting dan tak jawab sekenanya, karena aku juga gak fokus ke telepon.  Lagi-lagi dia bilang: “mbak, aku pernah kirim uang pakai telepati terima gak?  Terus juga pernah kirim buku didalamnya ada uangnya, sudah diterima?”  Aku: “mbak, kalau kirim pakai telepati mana sampai?  Itu kan dunia maya ……” (lha kok aku ngeladeni orang edan ya….. J)  Biar gak lama-lama bicara, aku bilang 'selamat tahun baru' dan memutus telepon.

 

Sebetulnya, kasian orang itu.  Kayaknya perlu dibawa ke psikiater.  Kalau liat orangnya sih biasa-biasa saja, kayak orang normal dan kepalanya gak berdarah-darah.  Tapi kalau bicara bertatap mata, keliatan kalau pandangan matanya kosongggggg…. Gak focus.  Mungkin dia mempunyai angan-angan ngirimi aku uang ya….  Mungkin di ‘dunia’ khayalannya….. sambil mengangguk …. *tuing*…. Uangnya sampai di tabunganku.  Kacian…..

 

Apapun mbak’E…. TUHAN kiranya menyertaimu.

Monday, December 27, 2010

Natal = Kasih

Natal adalah sukacita

Natal adalah harapan

Natal adalah KASIH

KASIH itu adalah KRISTUS

Yang datang kedunia, menjelma menjadi manusia

Membawa keselamatan bagi umat manusia

 

(Yohanes 3: 16: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.)

 

Bukan hanya saat Natal saja saling berbagi kasih

Yang berupa kado-kado Natal

Tapi berbagi kasih harus dilakukan setiap hari

Karena DIA mengajarkan kasih

Hendaknya kita pun, setiap hari,melimpahkan kasih kepada sesama

 

1 Korintus 13: 1 s/d 13

13:1        Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

13:2        Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

13:3        Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

13:4        Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

13:5        Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

13:6        Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

13:7        Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

13:8        Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

13:9        Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

13:10     Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

13:11     Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

13:12     Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.

13:13     Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah KASIH.

 

bsd city - 28.12.2010