lebih dari empat windu ku telusuri jalan itu
dalam bimbingan dan pimpinan-NYA
dan ujung perjalanan karya telah terlampaui
tapi didepan masih terbentang jalan pendek
setapak demi setapak dan seperempat jalan sudah
jalan pendek itu penuh ketidak-pastian
lalu, teruskah atau menepi?
karena hidup harus memilih
menepi adalah pilihan hati
menepi dan berbelok
ke jalan yang lebih pasti
lebih pasti?
ya, lebih pasti
pasti, karena ada penyertaan-NYA
mengapa harus ragu akan pemeliharaan-NYA?
Matius 6
25 ”Karena itu AKU berkata kepadamu
26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh BAPA-mu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
29 namun AKU berkata kepadamu
30 Jadi jika demikian ALLAH mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata
32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal ALLAH. Akan tetapi BAPA-mu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan ALLAH dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."