15 April 2009
Tadi pagi, lagi jalan kaki pagi, kami lewat depan rumah yang penghuninya lagi nyuci mobil. Pintu pagarnya terbuka dan seekor anjing ada didepannya, sambil pura-pura menggonggong. Anjingnya berwajah lucu dan keliatan anjing baik.
Kami tidak takut anjing dan biasanya anjing suka sama kami. Mas Agni bersiul-siul memanggil anjing itu, anjing mendekat pelan-pelan kearah ku, pasti mau mengendus-endus….
Ech gak taunya aku di gigitnya …. Hauw…
“Hai – kok nggigit”, aku teriak ….. kaget aku…
Anjingnya lari mundur dengan wajah kaget dan malu-malu karena di’gusah’ mas Agni.
Yang punya rumah keluar: “Digigit ya bu? Maaf ya bu, biasanya ‘dia’ gak begitu. Perlu betadine bu?”
Saya: “Gak usah bu, gak ada luka kok. Lagi pula sudah dekat rumah. Terima kasih.” dan kami meneruskan jalan.
Untung gak ada luka, cuma baret sedikit, tapi legging-ku bolong kena taringnya….
Kalau ingat peristiwa pagi tadi, kami berdua tertawa. Gak nyangka, wajah anjingnya lucu, tidak galak, eee … lha kok ….